يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ﴾ [الحشر:18

Rabu, 03 Juni 2009

SEJARAH RAFIDHAH IRAN

SELAYANG PANDANG SEJARAH ROFIDHOH IRAN

Di bawah ini adalah ringkasan sejarah kelompok rofidhoh, kangker yang menggerogoti umat islam, akan kita bahas peristiwa penting dalam sejarah mereka dengan menyebutkan peristiwa yang secara langsung berkaitan dengan mereka.

14 H. Peristiwa yang terjadi pada tahun 14 H inilah pokok dan asas dari kebencian kaum rofidhoh terhadap Islam dan kaum muslimin, karena pada tahun ini meletus perang Qodisiyyah yang berakibat takluknya kerajaan Persia majusi, nenek moyang kaum rofidhoh. Pada saat itu kaum muslimin di bawah kepemimpinan Umar bin Khottob Radhiyallahu ‘anhu.

16 H. Kaum muslimin berhasil menaklukkan ibukota kekaisaran Persia, Mada’in. Dengan ini hancurlah kerajaan Persia. Kejadiaan ini masih disesali oleh kaum rafidhoh hingga saat ini.

23 H. Abu Lu’lu’ah Al Majusi yang dijuluki Baba Alauddin oleh kaum rofidhoh membunuh Umar bin Khottob Radhiyalahu ‘anhu.

34 H. Munculnya Abdullah bin Saba’, si yahudi dari yaman yang dijuluki Ibnu Sauda’ berpura-pura masuk Islam, tapi menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Dia menggalang kekuatan dan melancarkan provokasi melawan khalifah ketiga Utsman bin Affan Radhiyalahu ‘anhu hingga dibunuh oleh para pemberontak karena fitnah yang dilancarkan oleh Ibnu Sauda’(Abdullah Bin Saba’) pada tahun 35 H. Keyakinan yang diserukan oleh Abdullah Bin Saba’ berasal dari akar yahudi nasrani dan majusi yaitu menuhankan Ali bin Abi Tolib Radhiyalahu ‘anhu, wasiat, roj’ah, wilayah, keimamahan , bada’ dan lain-lain.

36 H. Malam sebelum terjadinya perang jamal kedua belah pihak telah bersepakat untuk berdamai. Mereka bermalam dengan sebaik-baik malam sementara Abdullah bin saba’ dengan konco-konconya bermalam dengan penuh kedongkolan. Lalu dia membuat provokasi kepada kedua belah pihak hingga terjadilah fitnah seperti yang diinginkan oleh Ibnu Saba’. Pada masa kekhilafahan Ali bin Abi Tholib kelompok Abdullah Bin Saba’ datang kepada Ali bin Abi Tholib Radhiyalahu ‘Anhu seraya berkata“Kamulah, kamulah !!” Ali bin Abi Tholib menjawab: ”Siapakah saya?” kata
mereka “Kamulah sang pencipta !!” lalu Ali bin Abi Tholib menyuruh mereka untuk bertobat tapi mereka menolak. Kemudian Ali bin Abi Tholib menyalakan api dan membakar mereka.

41 H. Tahun ini adalah tahun yang dibenci oleh kaum rofidhoh karena tahun ini dinamakan tahun jama’ah atau tahun persatuan karena kaum muslimin bersatu di bawah pimpinan kholifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyalahu ‘Anhu sang penulis wahyu karena Hasan bin Ali bin Abi Tholib menyerahkan kekhilafahan kepada Mu’awiyah, dengan ini maka surutlah tipu daya kaum rofidhoh.

61 H. Pada tahun ini Husein bin Ali terbunuh di karbala setelah ditinggal oleh penolongnya dan diserahkan kepada pembunuhnya.

260 H. Hasan Al Askari meninggal dan kaum rofidhoh menyangka bahwa imam ke 12 yang ditunggu-tunggu telah bersembunyi di sebuah lobang di Samurra’ Iraq dan akan kembali lagi ke dunia.

277 H. Munculnya gerakan rofidhoh Qoromitoh yang didirikan oleh Hamdan bin Asy’ats yang dikenal dengan julukan Qirmit di kufah.

278 H. Munculnya gerakan Qoromitoh di Bahrain dan Ahsa’ yang dipelopori oleh Abu Saad Al Janabi.

280 H. Munculnya kerajaan rofidhoh Zaidiyah di So’dah dan San’a di negeri Yaman yang didirikan oleh Husein bin Qosim Arrossi.

297 H. Munculnya kerajaan Ubaidiyin di mesir dan Maghrib (Maroko) yang didirikan oleh Ubaidillah bin Muhammad Al Mahdi.

317 H. Abu Tohir Arrofidhi Al Qurmuti masuk ke kota mekah pada hari tarwiya (8 Dzulhijjah) dan membunuh jama’ah haji di masjidil Haram serta mencongkel Hajar Aswad dan membawanya ke Ahsa’ hingga kembali lagi pada tahun 355 H. Kerajaan mereka tetap eksis di Ahsa’ hingga tahun 466 H. Pada tahun ini berdirilah kerajaan Hamdaniyah di Mousul dan Halab dan tumbang pada tahun 394 H.

329 H. Pada tahun ini Allah telah menghinakan kaum rofidhoh karena pada tahun ini dimulailah Ghoibah Al Kubro atau menghilang selamanya. Karena menurut mereka imam rofidhoh ke-12 telah menulis surat dan sampai kepada mereka yang bunyinya: "Telah dimulailah masa menghilangku dan aku tidak akan kembali sampai masa diijinkan oleh Allah, barangsiapa yang berkata dia telah berjumpa denganku maka dia adalah pembohong." Semua ini supaya menghindar dari pertanyaan orang awam kepada ulama mereka tentang terlambatnya Imam Mahdi keluar dari persembunyiannya.

320-334 H. Munculnya kerajaan rofidhoh Buwaihi di Dailam yang didirikan oleh Buwaih bin Syuja’. Mereka membuat kerusakan di Baghdad. Pada masa mereka orang-orang bodoh mulai berani memaki- maki sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

339 H. Hajar Aswad dikembalikan ke Mekkah atas rekomendasi dari pemerintahan Ubaidiyah di mesir.

352 H. Pemerintahan Buwaihi menutup pasar-pasar tanggal 10 Muharrom serta meliburkan semua kegiatan jual beli, maka keluarlah wanita-wanita tanpa mengenakan jilbab dengan memukul diri mereka di pasar. Pada saat itu pertama kali dalam sejarah diadakan perayaan kesedihan atas meninggalnya Husein bin Ali bin Abi Tholib.

358 H. Kaum rofidhoh Ubaydiy menguasai mesir. Salah satu pemimpinnya yang terkenal adalah Al Hakim Biamrillah yang mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan dan menyeru kepada pendapat reinkarnasi. Dengan ambruknya kerajaan ini tahun 568 H muncullah gerakan Druz.

402 H. Keluarnya pernyataan kebatilan nasab Fatimah yang digembar gemborkan oleh penguasa kerajaan Ubaidiyah di mesir dan menjelaskan ajaran mereka yang sesat dan mereka adalah zindiq dan telah dihukumi kafir oleh seluruh ulama’ kaum muslimin.

408 H. Penguasa kerajaan Ubaidiyah di mesir yang bernama Al Hakim Biamrillah mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan. Salah satu dari kehinaannya adalah dia berniat untuk memindahkan kubur Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dari kota Medinah ke Mesir sebanyak 2 kali. Yang pertama adalah ketika dia disuruh oleh beberapa orang zindik untuk memindahkan jasad Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ke Mesir. Lalu dia membangun bangunan yang megah dan menyuruh Abul Fatuh untuk membongkar kubur Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lalu masyarakat tidak rela dan memberontak membuat dia mengurungkan niatnya. Yang kedua ketika mengutus beberapa orang untuk membongkar kuburan Nabi. Utusan ini tinggal didekat mesjid dan membuat lobang menuju kubur Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Lalu makar mereka ketahuan dan utusan tersebut dibunuh.

483 H. Munculnya gerakan Assasin yang menyeru kepada kerajaan Ubaidiyah di mesir didirikan oleh Hasan Assobah yang memiliki asal usul darah Persia. Dia memulai dakwahnya di wilayah Persia tahun 473 H.

500 H. Penguasa Ubaidiyun membangun sebuah bangunan yang megah diberi nama mahkota Husein. Mereka menyangka bahwa kepala Husein bin Ali bin Abi Tholib dikuburkan di sana. Hingga saat ini banyak kaum rofidhoh yan berhaji ke tempat tersebut. Kita bersyukur kepada Allah atas nikmat akal yang diberikan kepada kita.

656 H. Pengkhianatan besar yang dilakukan oleh rofidhoh pimpinan Nasiruddin Al Thusi dan Ibnul Alqomi yang bersekongkol dengan kaum Tartar Mongolia agar masuk ke Baghdad dan membunuh 2 juta muslim dan banyak korban dari Bani Hasyim yang seolah-olah dicintai oleh kaum rofidhoh. Pada tahun yang sama muncullah kelompok Nusairiyah yang didirikan oleh Muhammad bin Nusair.

907 H. Berdirinya kerajaan Safawiyah di Iran yang didirikan oleh Shah Ismail Bin Haidar Al Safawi yang juga seorang rofidhoh. Dia telah membunuh hampir 2 juta muslim yang menolak memeluk mazhab rofidhoh. Pada saat masuk ke Baghdad dia memaki Khulafa’ Rosyidin di depan umum dan membunuh mereka yang tidak mau memeluk mazhab rofidhoh. Tak ketinggalan pula dia membongkar banyak kuburan orang Sunni seperti Abu Hanifah. Termasuk peristiwa penting yang terjadi pada masa kerajaan Safawiyah adalah ketika Shah Abbas berhaji ke masyhad untuk menandingi haji di Mekah. Pada tahun yang sama Sodruddin Al Syirozi memulai dakwahnya kepada mazhab Baha’iyah. Mirza Ali Muhammad Al Syirozi mengatakan bahwa Allah telah masuk ke dalam dirinya, setelah mati dia digantikan oleh muridnya Baha’ullah. Sementara itu di India muncul kelompok Qodiyaniyah pimpinan Mirza Ghulam Ahmad yang mengatakan bahwa dirinya dalah Nabi. Kerajaan Safawiyah berakhir pada tahun 1149 H.

1218 H. Seorang rofidhoh dari Irak datang ke Dar’iyah di Najd (Arab Saudi) dan menampakkan kesalehan dan kezuhudan. Pada suatu hari dia sholat di belakang Imam Muhammad bin Su’ud (Raja Pertama Negara Arab Saudi) dan membunuhnya ketika dia sedang sujud saat sholat ashar dengan belati. Semoga Allah memerangi kaum rofidhoh para pengkhianat.

1289 H. Pada tahun ini buku Fashlul Khitob Fi Tahrifi Kitabi Robbil Arbab (penjelasan bahwa kitab Allah telah diselewengkan dan diubah) karangan Mirza Husain bin Muhammad Annuri Attobrosi. Kitab ini memuat pendapat rofidhoh bahwasanya Al Qur’an yang ada saat ini telah diselewengkan, dikurangi dan ditambah.


1389 H. Ayatullah Khomeini menulis buku Wilayatul Faqih dan Al Hukumah Al Islamiyah. Sebagian kekafiran yang ada pada buku tersebut (Al Hukumah Al Islamiyah hal 35): Khomeini berkata bahwa termasuk hal pokok dalam mazhab kita adalah bahwa para imam kita memiliki posisi yang tidak dapat dicapai oleh para malaikat dan para Nabi.

1399 H. Berdirinya pemerintahan rofidhoh di Iran yang didirikan oleh Ayatullah Khomeini setelah berhasil menumbangkan pemerintahan Syah Iran. Ciri khas negara ini adalah mengadakan demonstrasi dan tindakan anarkis atas nama revolusi Islam di tanah suci Mekah pada hari mulia yaitu musim haji.

1400 H. Ayatullah Khomeini menyampaikan pidatonya pada peringatan lahirnya Imam Mahdi fiktif mereka pada tanggal 15 sya’ban. Sebagian pidatonya berbunyi demikian: Para Nabi diutus Allah untuk menanamkan prinsip keadilan di muka bumi tapi mereka tidak berhasil, bahkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diutus untuk memperbaiki kemanusiaan dan menanamkan prinsip keadilan tidak berhasil... yang akan berhasil dalam misi itu dan menegakkan keadilan di muka bumi dan meluruskan segala penyimpangan adalah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu... begitulah menurut khomeini para Nabi telah gagal, termasuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam... sementara revolusi kafirnya telah berhasil.

1407 H. Jamaah haji Iran mengadakan demonstari besar-besaran di kota Mekah pada hari jum’at di musim haji tahun 1407. Mereka melakukan tindakan perusakan di kota Mekah seperti kakek mereka kaum Qoromitoh, mereka membunuh beberapa orang aparat keamanan dan jamaah haji, merusak dan membakar toko, merusak dan membakar mobil beserta mereka yang berada di dalamnya. Jumah korban saat itu mencapai 402 orang tewas, 85 dari mereka adalah aparat keamanan dan penduduk Arab Saudi.

1408 H. Mu’tamar Islam yang diadakan oleh Liga Dunia Islam di Mekah mengumumkan fatwa bahwa Ayatullah Khomeini telah kafir.

1409 H. Pada musim haji tahun ini kaum rofidhoh meledakkan beberapa tempat sekitar Masjidil Haram di kota Mekah. Mereka meledakkan bom itu tepat pada tanggal 7 Dzulhijjah dan mengakibatkan tewasnya seorang jamaah haji dari Pakistan dan melukai 16 orang lainnya serta mengakibatkan kerusakan bangunan yang sangat besar. 16 pelaku insiden itu berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1410 H.

1410 H. Ayatullah Khomeini tewas, semoga Allah memberinya balasan yang setimpal. Kaum Rofidhoh membangun sebuah bangunan yang menyerupai Ka'bah, semoga Allah memerangi mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar