يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ﴾ [الحشر:18

Rabu, 03 Juni 2009

PAK KYAI BERTANYA SALAFI MENJAWAB(1)

Kenapa Alergi dengan Salafi ?!

(Bantahan terhadap Majalah “Mabadi’” PP Al-Irsyad-Baru)



Oleh : Al-Ustadz Abu Abdirrahman Abdurrahman bin Thayyib, Lc.

(Alumnus Universitas Islam Madinah)



Sesungguhnya diantara metode salaf adalah membantah orang-orang yang menyimpang dari Al-Qur'an dan sunnah serta dari pemahaman salafush sholeh (sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in). Bahkan ini merupakan tugas para ulama dan para pembawa ilmu agama ini, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:



يَحمِلُ هَذَا العِلمَ مِن كُلِّ خَلَفٍ عُدُولُه يَنفُونَ عَنهُ تَحريفَ الغَالين وَانتِحالَ المُبطِلِينَ وَتَأوِيلَ الجَاهِلِين

Artinya : "Ilmu (agama) ini dibawa oleh orang-orang yang adil (para ulama) disetiap generasi, mereka meniadakan dari (agama) ini penyimpangan orang yang ekstrim dan jalannya orang yang batil serta takwilnya orang yang jahil/bodoh" (HR.Ibnu Adi dan selainnya ).[1]



Imam Ahmad bin Hambal rahimahulahu salah seorang ulama salaf ahli sunnah wal jama'ah menukil hadits diatas dan menjadikannya sebagai bagian dari muqoddimah kitab beliau "Ar-Rod 'alal Jahmiyah waz zanaadiqoh" (Bantahan terhadap kelompok Jahmiyah dan orang-orang zindiq). Beliau rahimahulahu berkata : "Segala puji bagi Allah yang memunculkan disetiap zaman kekosongan para rasul, penerus para ulama yang menyeru orang yang tersesat kepada petunjuk, yang bersabar atas gangguan yang menimpa mereka. Mereka hidupkan dengan Al-Qur'an orang-orang yang mati (hatinya) dan mereka terangi dengan cahaya Allah (ilmu agama) orang-orang yang buta (mata hatinya). Berapa banyak para korban pembunuhan oleh Iblis yang mereka hidupkan ?! dan berapa banyak orang yang tersesat mereka tunjukkan?! Alangkah baiknya jasa mereka terhadap manusia ! Tapi alangkah jahatnya balasan manusia terhadap mereka ! Mereka (para ulama) meniadakan dari Al-Qur'an penyimpangan orang yang ekstrim dan jalannya orang yang batil serta takwilnya orang jahil yang mengibarkan bendera bid'ah serta menyebarkan fitnah dan mereka berselisih tentang Al-Qur'an serta menyelisihi Al-Qur'an . Mereka (orang yang ekstrim/batil/jahil) bersepakat untuk meninggalkan Al-Qur'an, berbicara tentang agama Allah dan tentang Al-Qur'an tanpa ilmu, mereka sering berbicara tentang hal-hal yang mutasyabih (samar-samar) untuk menipu orang-orang bodoh/awam dengan membuat kerancuan. Kita berlindung kepada Allah dari fitnahnya orang-orang yang sesat".



Bahkan Rasulullah r sendirilah yang mencontohkan metode membantah para penyesat, seperti yang pernah beliau lakukan ketika membantah nenek moyang khowarij yaitu Dzul Khuwaishiroh At-Tamimi. Dzul Khuwaisiroh berkata kepada Nabi r disaat beliau sedang membagikan harta rampasan perang setelah datang dari Hunain : "Wahai Muhammad, berbuat adillah karena engkau tidak berbuat adil !" maka Rasulullah r bersabda : "Celaka engkau, siapa yang akan adil jika aku tidak adil ?!" kemudian beliau bersabda : "Akan keluar dari tulang rusuk orang ini sekelompok orang yang kalian akan meremehkan sholat kalian jika kalian bandingkan dengan sholat mereka. Dan kalian juga akan meremehkan puasa kalian jika kalian bandingkan dengan puasa mereka. Mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari sasarannya" (HR.Bukhori)



Dan didalam Al-Qur'an juga banyak sekali Allah membantah orang-orang yang menyimpang baik dari kalangan Yahudi, Nashrani maupun orang-orang musyrik dan selain mereka, diantaranya yang disebutkan dalam firman-Nya :



وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ



Artinya : "Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu)." (QS.Al-Maidah : 18) dan firman-Nya :



أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ. قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ. الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ. أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ. إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ.



"Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk," yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui." (QS.Yasin : 77-81).



Kalau kita perhatikan sejarah, tidak ada satu generasi pun melainkan para ulama yang hidup pada saat itu gencar melancarkan bantahan kepada para penyesat dan perongrong agama serta menyingkap kedok para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam. Tidak ada yang lebih membuktikan akan hal ini selain karya emas mereka seperti Ar-Rod 'alal jahmiyah oleh Imam Ahmad (meninggal tahun 241 H), Ar-Rod 'alal jahmiyah dan Ar-Rod 'ala Bisyr Al-Marriisi oleh Utsman Ad-Daarimi (meninggal tahun 280 H), Ar-Rod 'alal jahmiyah oleh Ibnu Mandah (meninggal tahun 395 H), Dzammul kalam wa ahlihi oleh Al-Harwi (meninggal tahun 481 H), Al-intishor fir roddi 'alal mu'tazilah al-qodariyah Al-Asyror oleh Yahya bin Abil Khoir Al-'Imrooni (meninggal tahun 558 H), Ar-rod 'alal Akhnai, Ar-rod 'alal manthiqiyyin, Ar-Rod 'ala man qoola bifana-il jannah wan naar, minhaajus sunnah an-nabawiyah fii naqdi kalaamisy syiah al-qodariyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (meninggal tahun 728 H), As-Shoorim Al-Manki fir roddi 'alas Subki oleh Ibnu Abdil Haadi (meninggal tahun 744 H), Ijtima' juyusy Al-Islamiyah 'ala ghozwil mu'aththilah wal jahmiyah oleh Ibnul Qoyyim (meninggal tahun 751 H), Ash-showaaiq Al-Muhriqoh 'ala ahlil rofdhi wadh-dholaali wazzandaqoh oleh Ibnu Hajar Al-Haitami (meninggal tahun 973 H), Ta'siisut taqdiis fii kasyfi talbiis Dawud bin Jarjiis oleh Abdullah bin Abdurrohman Aba Baathiin (meninggal tahun 1282 H), Al-Asilah Al-Hidaad fi roddi syubhaati Alwi Haddaad oleh Sulaiman bin Sulaiman An-Najdi (meninggal tahun 1349H), dan masih banyak lagi.



Semua ini mereka lakukan dalam rangka "الدِينُ النَصِيحَةُ" Agama adalah nasehat, dan dalam rangka amar ma'ruf nahi mungkar seperti yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah v dalam ucapan beliau : "Seorang dai yang menyeru kepada bid'ah berhak mendapatkan sangsi menurut kesepakatan kaum muslimin. Sangsinya terkadang bisa dengan membunuhnya dan terkadang dengan selain itu. Seandainya orang tersebut tidak layak diberi sangsi ataupun tidak mungkin memberinya sangsi maka yang wajib adalah memperingatkan umat dari bid'ahnya, karena ini termasuk amar ma'ruf dan nahi mungkar yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya".[2]



Begitu jelasnya metode salaf ini, namun sayang masih banyak orang yang alergi dengan kata "bantahan" yang dilakukan oleh para ulama dan dai salafi terhadap para penyesat umat, meskipun hal tersebut didasari oleh dalil-dalil syar'i dan bukti-bukti yang otentik, sebagaimana sebagian mereka juga alergi dengan istilah "Salafi".



Diantara yang alergi dan phobi dengan salafi adalah majalah Mabadi' edisi 4 tahun 2/2006 yang dikeluarkan oleh PP.Al-Irsyad Al-Islamiyah (terbaru). Mabadi' dalam hal.2 mengatakan : "Kami khawatir lembaga Al-Irsyad telah digadaikan pada kelompok tertentu yang berkedok salafi. Al-Irsyad akan dijadikan kereta barang untuk memuat aqidah lain yang ongkos angkutnya telah diterima oleh mereka. Gerakan yang membahayakan Al-Irsyad secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar