يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ﴾ [الحشر:18

Rabu, 03 Juni 2009

MENGAPA HARUS MANHAJ SALAF(1)

MENGAPA HARUS SALAFI ?



Oleh : Al-Ustadz Abu Abdirrahman Thayib, Lc.





Sering kita mendengar pro dan kontra tentang istilah Salafi atau Salafiyah. Tapi seorang muslim yang bijak tidak akan mungkin mau memvonis sesuatu, ini salah atau benar kecuali berlandaskan ilmu dan bukti yang nyata. Allah ta'ala berfirman :



وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا(36)



"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS.Al-Isro' : 36)

Imam Bukhori v membuat suatu bab dalam shohihnya dengan judul "Ilmu itu sebelum berbicara dan berbuat". Oleh karena itulah mari kita pelajari hal-hal berikut ini :



- Asal kata "Salaf" dan "Salafi" dalam bahasa arab :



Salaf secara bahasa artinya orang yang mendahului kita dengan ilmu, iman, keutamaan dan kebaikan. Ibnu Mandzur berkata dalam Lisanul arab 9/159 : "Salaf adalah orang yang mendahuluimu dari nenek moyang serta kerabatmu yang lebih diatasmu baik dari usia maupun keutamaan. Oleh karenanya generasi pertama umat ini dari kalangan tabi'in dinamakan salafush sholeh." Makna seperti diatas ini pernah dipakai oleh Rasulullah r ketika beliau berkata kepada putri beliau Fatimah –rodhiyallhu 'anha- :

نِعمَ السَلَفُ أَنَا لَكِ

Artinya : "Sebaik-baik pendahulu bagimu adalah aku" (HR.Muslim)



Adapun secara harfiah/istilah, salaf berarti para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan yang mengikuti mereka dengan baik. Berkata Al-Qolsyaani dalam Tahriirul maqoolah min syarhil risalah : "Salafush sholeh adalah generasi pertama yang kokoh keilmuannya, yang mengikuti petunjuk Nabi r serta yang menjaga sunnah beliau. Allah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya serta untuk menegakkan agama-Nya. Para imam (kaum muslimin) ridho dengan mereka dan mereka telah berjuang di jalan Allah dengan sebenarnya, menyeru umat dan memberi manfaat kepada mereka serta mereka kerahkan jiwa mereka dalam rangka meraih keridhoan Allah.

Allah telah memuji mereka dalam Al-Qur'an :


مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka" (QS.Al-Fath : 29).

Firman Allah yang lain :



لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ(8)

" (Juga) bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar." (QS.Al-Hasyr : 8).

Di dalam ayat ini Allah menyebutkan orang-orang Muhajirin dan Anshor serta Allah puji para pengikut mereka dan Allah ridho dengan yang datang setelah mereka. Dan Allah mengancam orang-orang yang menyelisihi mereka serta memilih selain jalan mereka dengan adzab. Allah berfirman :



وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا(115)

" Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. " (QS.An-Nisa' : 115)

Maka wajib mengikuti mereka serta menelusuri jejak mereka dan memohonkan ampun untuk mereka. Allah berfirman :



وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ(10)

" Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". " (QS.Al-Hasyr : 10)."[1]

Adapun istilah Salafi atau Salafiyah adalah nisbat kepada salaf. Jadi arti Salafi itu sendiri adalah orang yang menapaki jejak salaf dan yang mengikuti petunjuk mereka. Berkata Abdul Karim As-Sam'ani : "Salafi adalah nisbat kepada salaf dan menelusuri jalan mereka".[2]

Lajnah Daimah mengatakan : "Salafiyah adalah nisbat kepada salaf dan salaf itu adalah para sahabat Rasulullah r serta para imam petunjuk dari tiga generasi Islam yang pertama t yang telah dipuji oleh Rasulullah r dalam sabda beliau :


خَيرُ النَاسِ قَرنِي ثُمَّ الذِينَ يَلُونَهُم ثُمَّ الذِينَ يَلُونَهُم

[Artinya : "Sebaik-baik generasi adalah generasiku (sahabat) kemudian setelah mereka (tabi'in) kemudian setelah mereka (Tabi'ut tabi'in)" (HR.Bukhori, Muslim dan Ahmad). Salafiyun jamak dari Salafi yang merupakan nisbat kepada salaf yang artinya orang-orang yang berjalan diatas manhaj salaf dengan mengikuti Al-Qur'an dan sunnah serta berdakwah kepada keduanya dan mengamalkannya, maka mereka itulah yang disebut sebagai ahlu sunnah wal jama'ah".[3]



Syaikh Abdul Aziz bin Baz v berkata : "Sesungguhnya salaf adalah generasi pertama dan yang mulia dari umat ini. Barangsiapa yang mengikuti jejak mereka dan berjalan diatas metode mereka maka dialah Salafi dan barangsiapa yang menyelisihi mereka maka dia adalah al-kholaf".[4]



Syaikh Sholeh bin Abdullah Al-'Abud –hafidzahullahu- berkata : "Yang dimaksud dengan Salafiyah adalah mengikuti jejak salafush sholeh dari umat ini yang mereka adalah ahlu sunnah wal jama'ah. Maka hal ini berarti ijma' yang bisa dijadikan hujjah/sandaran, karena mereka berada diatas sunnah Rasulullah r secara lahir maupun batin dan mengikuti jalannya para muhajirin dan anshor serta yang mengikuti mereka dengan baik."[5]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar