يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ﴾ [الحشر:18

Jumat, 31 Juli 2009

TRAGEDI WTC

Tragedi Peledakan WTC 11 September 2001 Dan Pembajakan Pesawat
Senin, 1 Mei 2006 14:13:06 WIB

TRAGEDI PELEDAKAN WTC 11 SEPTEMBER 2001 DAN PEMBAJAKAN PESAWAT TERBANG


Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Syaikh



Melihat banyaknya pertanyaan dan permintaan penjelasan yang datang kepada kami seputar kejadian yang terjadi di wilayah Amerika Serikat beberapa hari yang lalu, bagaimana tinjauan syariat tentang hal tersebut, dan apakah agama Islam membenarkan tindakan semacam ini ataukah tidak.

Maka saya katakan dengan meminta pertolongan kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan, sesungguhnya Allah menganugrahkan kepada kita agama Islam dan menjadikannya suatu syari’at yang sempurna, universal, yang selalu membawa kebaikan untuk setiap tempat dan waktu, yaitu kebaikan untuk setiap individu maupun masyarakat, mengajak kepada kebaikan untuk setiap individu maupun masyarakat, mengajak kepada perbaikan, kebenaran, keadilan dan seluruh perbuatan yang baik serta menolak kesyirikan, kejahatan kedhaliman, penindasan dan penghianatan. Adalah karunia Allah yang sangat besar kepada kita adalah menjadikan kita sebagai orang Islam yang diberi petunjuk kepada agama ini, dan menjadikan kita sebagai pengikut dan penolongnya.

Maka seorang muslim yang berjalan di atas syari’at Allah dan mengikuti sunnah Rasul-Nya yang lurus dengan benar di atas agama ini maka dia adalah orang yang beruntung dan selamat di dunia maupun di akhirat. Adapaun tentang kejadian yang telah berlalu di wilayah Amerika Serikat adalah sebuah kejadian buruk yang menyebabkan terenggutnya beribu nyawa merupakan perbuatan yang tidak pernah dibenarkan syari’at Islam, bahkan bukan pula termasuk dari ajaran agama ini, serta tidak pula sesuai dengan pokok-pokok syaria’t, dan itu semua dilihat dari beberapa segi.

Pertama.
Bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan berbuat adil dan dengan keadilan inilah Dia menegakkan langit dan bumi, mengutus para Rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” [An-Nahl : 90]

Dan juga firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya menusia dapat melaksanakan keadilan” [Al-Hadiid : 25]

Dan Allah menetapkan bahwa setiap jiwa yang berdosa tidak dibebani menanggung dosa yang lain karena keadilan-Nya Subhanahu wa Ta’ala yang semmpurna. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” [Faathir : 18]

Kedua
Sesungguhnya Allah mengharamkan kezhaliman bagi diri-Nya dan juga menjadikannya keharaman bagi hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam hadit qudsi.

“Artinya : Wahai hamba-Ku sungguh Aku telah mengharamkan kedhaliman terhadap diri-Ku dan menjadikannya keharaman di antara kalian, maka janganlah kalian saling berbuat dhalim” [HR Muslim]

Perintah ini bersifat umum bagi seluruh hamba Allah baik yang muslim mupun non muslim. Maka tidak diperbolehkan bagi salah satu di antara mereka untuk melakukan tindak kedhaliman atau penganiayaan terhadap sebagian yang lain walaupun hanya permusuhan dan kebencian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa” [Al-Maidah : 8]

Permusuhan dan kebencian adalah tindakan yang tidak dibenarkan secara syari’at karena dapat menimbulkan perbuatan saling menyakiti dan mendhalimi.

Berdasarkan penjelasan di atas diwajibkan untuk seluruh bangsa dan negeri muslim atau non muslim untuk mengetahui beberapa hal.

[1]. Bahwasanya peristiwa yang telah terjadi di wilayah Amerika Serikat seperti pembajakan pesawat terbang, mengancam keamanan penduduk (teror) dan membunuh jiwa tanpa ada alasan yang benar tidak lain hanyalah tindak kedhaliman, penindasan dan penganiayaan yang sama sekali tidak pernah dibenarkan dalam syariat Islam, bahkan tindakan tersebut adalah haram serta termasuk dosa besar.

[2]. Hendaklah seorang muslim yang paham akan ajaran agamanya serta berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam hendaknya menjauhkan dirinya dari keterjerumusan kepada perbuatan tersebut (peledakan dan lainnya), karena perbuatan tersebut dapat menyebabkan kemurkaan Allah dan mengakibatkan tersebarnya malapetaka dan kerusakan.

[3]. Wajib bagi ulama kaum muslimin untuk menjelaskan kebenaran tentang kejadian seperti ini (tragedi WTC) dan menjelaskan kepada orang yang berilmu yang mengamalkan syari’at Allah bahwa agama Islam sama sekali tidak membenarkan perbuatan tersebut.

[4]. Kepada seluruh media (baik cetak maupun elektronik) dan kepada siapa saja yang berperan dibelakangnya dalam melemparkan tudingan miring terhadap umat Islam dan berupaya menikam agama yang lurus ini dengan tufuhan keji yang bertujuan menyebarkan fitnah dan merobek-robek kehormatan Islam dan muslimin yang menyakitkan hati dan menyesakkan dada, untuk segera menghentikan kekeliruannya dan menyadari bahwa setiap orang adil dan berakal yang paham ajaran agama Islam tidak mungkin mensifati agamanya dengan sifat yang tercela serta tidak melemparkan tuduhan miring terhadap agama ini, karena sepanjang sejarah tidaklah diketahui umat-umat yang mengikuti dan berpegang teguh pada agama Islam ini kecuali mereka adalah orang-orang menjaga hak-hak sesama serta menjauhi permusuhan dan kedhaliman.

Demikianlah penjelasan seputar peristiwa (tragedi WTC) dalam upaya untuk menegakkan kebenaran dan menghilangkan segala bentuk keraguan. Akhirnya saya memohon kepada Allah supaya membimbing kita kejalan yang benar dan menunjukkan kita menuju jalan keselamatan, memuliakan agamaNya seta meninggikan kalimat-kalimatnya karena sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pemberi lagi Maha Pemurah, shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Nabi Muhammad beserta seluruh kerabat dan sahabatnya.

[Majalah Ad-Dakwah edisi 1810]

[Disalin dari majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 1/No. 6 1424H/2003M, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Alamat Perpustakaan Bahasa Arab Ma’had Ali-Al-Irsyad, Jl Sultan Iskandar Muda Surabaya]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar