يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ﴾ [الحشر:18

Jumat, 01 Januari 2010

BERAGAMNYA JAMA'AH

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

di Post: Abu Usamah Sufyan Al Atsari Al Bykazi



Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa tugas para ulama kaum muslimin sehubungan dengan banyaknya perhimpunan (organisasi) dan jama'ah di berbagai negara Islam dan lainnya dan sehubungan dengan seling berselisihnya jama'ah-jama'ah tersebut, di mana hampir setiap jama'ah menganggap sesat jama'ah lainnya.

Tidakkah Syaikh memandang perlunya turun tangan dalam masalah ini dengan menjelaskan segi kebenaran pada perselisihan-perselisihan tersebut karena dikhawatirkan timbulnya dampak-dampak dan akibat-akibat mengerikan bagi kaum muslimin di sana?

Jawaban
Sesungguhnya nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada kita, bahwa hanya satu jalan yang harus ditempuh oleh kaum muslimin, yaitu jalan Allah yang lurus dan manhaj agama-Nya yang lurus, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa." [Al-An'am: 153]

Di samping itu, Allah pun telah melarang umat Muhammad berpecah belah dan berbeda prinsip, karena ini merupakan sebab utama kegagalan dan berkuasanya musuh, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai." [Ali Imran : 103]

"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya.Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang kembali (kepada-Nya)." [Asy-Syura: 13]

Itulah seruan Ilahi untuk menyatukan persepsi dan memadukan hati.

Keberadaan sejumlah perhimpunan itu di negara Islam mana pun, selama itu untuk tujuan kebaikan, bantuan dan tolong menolong dalam kebaikan dan takwa antar kaum mukminin, tanpa dipengaruhi oleh kecenderungan para pengelolanya, maka itu baik dan berkah, manfaatnya pun banyak. Tapi jika masing-masing menganggap sesat yang lainnya dan mengoreksi kinerjanya, maka bahayanya besar dan akibatnya pun mengerikan. Dari itu, tugas para ulama kaum muslimin adalah menjelaskan hakikatnya, berdialog dengan setiap jama'ah atau perhimpunan dan menasehatkan kepada semuanya untuk berjalan di atas rel yang telah ditetapkan Allah bagi para hambaNya dan telah ditunjukkan oleh nabi kitab Muhammad . Bagi yang melanggar ini, atau tetap pada jalurnya sendiri untuk kepentingan pribadi atau demi mencapai maksud-maksud tertentu yang hanya diketahui Allah, maka harus dipublikasikan dan diperingatkan oleh yang mengetahui hakikatnya agar masyarakat menghindari jalan mereka, dan agar orang yang tidak mengetahui hakikatnya, tidak ikut bergabung dengan mereka sehingga ia disesatkan dan dipalingkan dari jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah diperintahkan Allah untuk diikuti, sebagaimana disebutkan dalam firmanNya.

"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamubertakwa." [Al-An'am: 153]

Di antara yang tidak diragukan lagi, bahwa banyak kelompok dan jama'ah di tengah-tengah masyarakat Islam yang ditunggangi oleh setan dan musuh-musuh Islam. Karena sepakatnya prinsip kaum muslimin dan bersatunya mereka serta sadarnya mereka terhadap bahaya yang mengancam dan mengintai aqidah mereka, membuat mereka bersemangat untuk menghalaunya dan berjuang dalam satu barisan demi kemaslahatan kaum muslimin dan menghindarkan bahaya dari agama, negara dan saudara-saudara mereka. Cara ini memang tidak disukai oleh para musuh, baik dari kalangan jin maupun manusia. Karena itu, mereka berambisi untuk memecah belah prinsip kaum muslimin dan memorak porandakan kesatuan mereka serta menyebarkan benih-benih penyebab permusuhan di antara mereka.

Semoga Allah mempersatukan semua kaum muslimin dalam kebenaran dan menghilangkan setiap bencana dan kesesatan dari masyarakat muslim. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas itu.

[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 5, hal. 202-203, Syaikh Ibnu baz]

MENGUKUHKAN GERAKAN ISLAM


Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Sebagaimana Syaikh ketahui tentang fenomena menyebarkan gerakan Islam di kalangan kaum muslimin terutama barisan para pemudanya. Bagaimana pandangan Syaikh untuk mengukuhkan pergerakan ini dan kekhawatiran-kekhawatiran apa yang mungkin menimpa pergerakan ini?

Jawaban
Telah disebutkan pada jawaban pertanyaan-pertanyaan serupa, bahwa pergerakan Islam yang muncul di permulaan abad ini dan di akhir abad yang lalu, bahwa pergerakan ini memberikan kabar gembira dan alhamdulillah gerakannya telah meluas ke seluruh penjuru negeri dan terus bertambah dan berkembang.

Tugas kaum muslimin adalah menyokong dan mendukungnya serta saling bekerja sama dengan para aktifisnya. Tidak diragukan lagi bahwa para aktifisnya perlu didukung dan dibantu serta diingatkan dari sikap berlebihan dan kekurangan, karena pada setiap dakwah Islamiyah dan setiap kegiatan Islami, setan akan mengarahkan kepada salah satu sisi; kehampaan atau berlebihan.

Para ahli ilmu hendaknya rnendukung dakwah ini dan mengarahkan para aktifisnya untuk konsisten dan waspada agar tidak terjerumus ke dalam bid'ah dan berlebihan-lebihan, serta mewaspadai kekurangan agar tidak terjerumus ke dalam kehampaan dan mengesampingkan hak Allah. Kemudian dari itu, hendaknya dakwah dan pergerakan mereka bersifat Islami, konsisten pada agama Allah, teguh menempuh jalan yang lurus, yaitu ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak pula sangat kurang. Dengan begitu akan konsislah pergerakan ini dan melahirkan buahnya dengan baik.

Terutama kepada para pemimpinnya, hendaknya memperhatikan hal ini dan betul-betul memeliharanya agar tidak tergelincir pada sikap berlebihan atau sangat kurang. Wallahu waliyut taufiq.

[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 5, hal. 158-159, Syaikh Ibnu Baz]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar