يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ﴾ [الحشر:18

Jumat, 04 Desember 2009

BAHAYA DUKUN !!

Sungguh suatu hal yang tidak bisa dipungkiri pada saat ini perdukunan dan sihir makin tumbuh subur dan berkembang pesat bagaikan jamur dimusim hujan tanpa kendali dari pihak manapun. Kita bisa melihat iklan – iklannya baik di media cetak ataupun elektronik semakin terang – terangan mempropagandakan pertunjukan sihir dan perdukunan bahkan berani dipertontonkan dihadapan masyarakat. Bahaya Perdukunan
Senin, 23-November-2009, Penulis: Abu Rifqy

Sungguh suatu hal yang tidak bisa dipungkiri pada saat ini perdukunan dan sihir makin tumbuh subur dan berkembang pesat bagaikan jamur dimusim hujan tanpa kendali dari pihak manapun. Kita bisa melihat iklan – iklannya baik di media cetak ataupun elektronik semakin terang – terangan mempropagandakan pertunjukan sihir dan perdukunan bahkan berani dipertontonkan dihadapan masyarakat.

Muncul juga brosur, buku dan majalah – majalahnya yang mengkampanyekan pratek perdukunan dan sihir, mereka memanfaatkan era kebebasan ini sebagai pemuas hawa nafsunya guna memperoleh keuntungan duniawi tanpa memperhatikan efek negatifnya terhadap ummat .

Ironisnya, propaganda mereka ini makin laris manis dan disambut dengan gegap gempita oleh ummat yang mayoritas beragama islam. Banyak diantara mereka yang melakukan pengobatan terhadap penyakit dideritannya, meminta dicarikan jodoh dan yang lainnya kepada dukun atau para normal . Mengapa hal ini dapat terjadi di tengah ummat dan para penguasa yang mayoritasnya mereka beragama Islam? makin parahkah aqidah ummat ini ? dimanakah kalian wahai kaum muslimin ?

Akhir –akhir ini banyak tukang ramal yang mengaku dirinya sebagai tabib / dokter dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau perdukunan. Mereka kini banyak tersebar diberbagai negri, orang – orang awam yang tidak mengerti sudah banyak yang menjadi korban pemerasan mereka . Maka sebagai nasehat kepada kaum muslimin kami ingin menjelaskan tentang betapa besarnya bahaya sihir dan perdukunan terhadap islam dan kaum muslimin disebabkan adanya ketergantungan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala serta bertolak belakang dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulnya .

Dengan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala kami katakan bahwa berobat diperbolehkan menurut kesepakatan para ulama, maka hendaklah seorang muslimin didalam berobat berusaha untuk mendatangi dokter yang ahli, baik berkaitan penyakit dalam maupun penyakit luar untuk diperiksa kemudian diobati esuai dengan obat –obat yang dibolehkan oleh syariat sebagaimana yang dikenal dalam kedokteran, oleh sebab itu haram bagi seorang muslim untuk berobat dengan sesuatu yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala , karena Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menjadikan kesembuhan dari sesuatu yang telah diharamkan kepada mereka.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ;
ما أنزل االله من داء الآ أنزل له شفاء ( رواه البخاري )
Artinya ; Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan Allah menurunkan obat baginya. ( HR .Muslim )

Dan didalam riwayat yang lainnya Beliaupun barsabda ;
لكلّ داء دواء ( رواه مسلم )
Artinya ; Setiap penyakit itu ada obatnya. ( HR. Muslim )
Oleh karena itu tidak dibenarkan bagi orang yang sakit, mendatangi dukun – dukun yang mengklaim dirinya mengetahui yang ghaib untuk mengetahui penyakit yang dideritanya dan tidak diboleh pula mempercayainya atau membenarkan apa yang mereka katakan sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam sabdanya ;
من أتى عرّافا فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين يوما (رواه مسلم )
Artinya ; Barangsiapa mendatangi tukang ramal kemudian menanyakan kepadanya tentang sesuatu maka tidaklah akan diterima baginya sholatnya selama empat puluh hari . ( HR . Muslim )

Kemudian dalam riwayat yang lain beliaupun bersabda ;
من أتى كاهنا فصدّقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد ( رواه أبو داود )
Artinya ; Barangsiapa yang mendatangi dukun kemudian membenarkan apa yang dia katakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang ditutunkan terhadap Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam .

Hadits –hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam diatas terdapat larangan untuk mendatangi, bertanya apalagi untuk membenarkan terhadap apa yang mereka katakan karena perkara ini mengandung kemungkaran dan bahaya yang besar. Juga akan berakibat negatif yang sangat besar pula karena mereka orang yang melakukan kedustaan dan dosa .

Hadits – hadits diatas pula membutuhkan kekufuran para dukun karena mereka mengakui mengetahui perkara yang ghaib. Dan sesungguhnya mereka tidak akan sampai kepada maksud yang diinginkan melainkan dengan cara berbakti,tunduk,taat serta menyembah kepada jin . maka perkara ini merupakan perbuatan kekufuran dan syirik kepada AllahSubhanahu wa Ta'ala , maka orang yang membenarkan mereka atas pengakuannya mengetahui perkara yang ghaib dan meyakininya maka hukumnya sama dengan mereka . Dan setiap orang yang menerima perkara ini dari orang yang melakukannya sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berlepas diri dari mereka. Maka setiap muslim tidak boleh baginya untuk percaya terhadap apa yang mereka perbuat walaupun dengan bentuk pratek pengobatan sekalipun semisal tulisan – tulisan, jimat – jimat yang mereka buat ataupun menuangkan cairan berisi rajah – rajah dan yang lainnya, semua ini adalah pratek – pratek perdukunan dan penipuan terhadap manusia . Maka barangsiapa yang rela menerima pratek – prateknya sesunguhnya dia telah mendukung mereka dalam perbuatan kebatilan dan kekufuran .

Demikianlah bahaya kekufuran dan kesesatan yang diakibatkan oleh sihir dan perdukunan. Maka hendaklah kaum muslimin menyadari akan bahaya ini dengan berusaha untuk menjauhinya dan tidak mendatangi praktek – praktek yang diadakan mereka para normal, dukun – dukun dan tukang sihir apapun bentuknya yang mereka adakan . Apakah dalam bentuk pengobatan atau yang lainnya ,karena mendatangi mereka akan mengakibatkan terjerumusnya seeorang kepada kehancuran dan kebinasaan.

Wallahu A`lam Bish Showaab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar